Powered By Blogger

Selasa, 10 Mei 2011

Kebudayaan Yang Sulit Diterima

Adanya unsur budaya asing yang masuk akibat globalisasi, sangat berpengaruh terhadap kebudayaan bangsa Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Suatu keadaan yang di mana masyarakat tidak mampu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga akan terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Adanya penyerapan unsur budaya luar yang dilakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang ditampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya. Teknologi yang berkembang pada era globalisasi memengaruhai karakter sosial dan budaya dari lingkungan sosial. Uang, misalnya membentuk kegiatan ekonomi sehingga setiap orang dapat memperoleh keuntungan melalui perdagangan. Tanpa uang, kapitalisme juga tak akan dapat berkembang.
Adanya unsur budaya asing yang masuk yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia sangat mengkhawatir karena dapat menyababkan terjadinya
kegoncangan budaya. Namun, di sisi lain masuknya unsur budaya asing sangat bermanfaat bagi kehidupan bangsa Indonesia.

Adanya kemajuan teknologi dan komunikasi menyebabkan informasi yang datang dari luar pun dapat dengan mudah kita terima. Misalnya , lewat radio, televisi, dan lain-lain.
Teknologi memberikan kemungkinan-kemungkinan yang sangat luas untuk memanfaatkan hasil-hasil alam dan apabila mungkin menguasai alam. Perkembangan teknologi di Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman, dan Jepang merupakan contoh di mana masyarakat tidak lagi pasif menghadapi tantangan alam sekitar. Keadaan semacam ini disebut modernisasi yang akan berkembang terus sampai melahirkan Era Globalisasi.






Unsur globalisasi yang sulit diterima masyarakat:
  1. Teknologi yang rumit dan mahal.
  2. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
  3. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

http://ameliasetiawty.blogspot.com/2011/04/kebudayaan-yang-sulit-diterima.html

KEBUDAYAAN YANG MUDAH DITERIMA

Seperti yang kita ketahui, budaya barat sudah sangat tidak sembunyi - sembunyi lagi dan pengaruh budaya barat itu sudah sangat parah untuk kelangsungan masa depan penerus bangsa indonesia kita ini. Bermula dari cara berpikir, gaya berpakaian, penampilan, sehingga kepada pada bentuk kesenian pun hampir semuanya berkiblat kepada budaya Barat. Hal ini terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari, media cetak maupun dalam program TV.

perkembangannya tidak hanya terjadi di kota - kota besar, namun telah merambah ke kota - kota kecil, bahkan ke desa - desa. tanpa di sadari, masyarakat telah memadukan budaya barat dengan budaya timur dalam aspek kehidupan mereka

ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebudayan barat masuk di kalangan kita, yaitu faktor internal dan faktor eksternal 
Masuknya unsur-unsur globalisasi yang sangat gencar dalam waktu yang relatif cepat akan mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan sosial secara berkesinambungan. Hal ini menyebabkan anggota-anggota masyarakat tidak mampu mengukur tindakannya dan dan tidak dapat mengantisipasi arus globalisasi yang sedang berlangsung. Kebimbangan yang dialami masyarakat dapat mendorong perbuatan menyimpang seperti pergaulan bebas, munculnya sifat konsumerisme, dan penyalahgunaan narkotika.
Di dalam masyarakat seringkali terjadi ketidakserasian akan mengakibatkan kegoyahan dan keserasian masyarakat terganggu.
Kini kita telah memasuki era globalisasi, yaitu suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia, batas wilayah bukan lagi merupakan hambatan yang berarti. Bangsa Indonesia memandang era globalisasi sebagai suatu yang wajar dan kita pun menyadari bahwa keterbukaan dan masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hasil budaya bangsa lain yang secara langsung ataupun tidak langsung akan membawa serta nilai-nilai asing ke dalam masyarakat Indonesia.
Adanya perkembangan komunikasi akan memudahkan hubungan antarbangsa di dunia ini dalam intensitas yang cukup tinggi. Sehingga menyebabkan terjadinya proses akulturasi. Akulturasi terjadi bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur asing yang berbeda sedemikian rupa sehingga unsur-unsur asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri-sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri. Dengan adanya globalisasi proses akulturasi pastinya juga akan terjadi. Era globalisasi menghadapkan tantangan global seperti kekuatan ekonomi, sosial budaya dan militer asing yang berkembang pesat.

Adanya kemajuan teknologi dan komunikasi menyebabkan informasi yang datang dari luar pun dapat dengan mudah kita terima. Misalnya , lewat radio, televisi, dan lain-lain.
Teknologi memberikan kemungkinan-kemungkinan yang sangat luas untuk memanfaatkan hasil-hasil alam dan apabila mungkin menguasai alam. Perkembangan teknologi di Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman, dan Jepang merupakan contoh di mana masyarakat tidak lagi pasif menghadapi tantangan alam sekitar. Keadaan semacam ini disebut modernisasi yang akan berkembang terus sampai melahirkan Era Globalisasi.
Adanya globalisasi menyebabkan unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke Indonesia. Budaya yang datang dari luar tidak semuanya positif bagi perkembangan dan kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Tetapi unsur-unsur budaya asing yang masuk juga ada yang bersifat negatif.
Pada umumnya unsur budaya kebendaan seperti peralatan yang mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat, mudah diterima oleh masyarakat. Misalnya, alat tulis-menulis yang banyak digunakan orang Indonesia yang diambil dari unsur-unsur kebudayaan Barat.
Selain itu, unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat yang besar seperti radio transitor sebagai alat media massa yang termasuk unsur kebudyaan yang mudah diterima. Unsur-unsur tersebut dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang
menerima. Misalnya, mesin penggiling padi dengan biaya murah dan pengetahuan teknis yang sederhana dapat digunakan untuk melengkapi pabrik penggilingan.
Unsur-unsur asing yang diterima tentunya lebih dulu mengalami proses pengolahan. Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh masyarakat misalnya unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan dan ideologi. Selain itu, unsur-unsur yang dipelajari pada tahap pertama proses sosialisasi misalnya, makanan pokok suatu masyarakat juga termasuk salah satu unsur kebudayaan yang sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan yang sangat sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Hal ini akan membawa dampak positif dan negatif.
  
 
http://ameliasetiawty.blogspot.com/2011/04/kebudayaan-yang-sulit-diterima.html

Senin, 07 Maret 2011

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merobah cara kebudayaan Indonesia tersebut baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi). Hal tersebut terlihat dengan seringnya remaja/i Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya berikut dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk kategori pelacuran dan ‘western’ lainnya tak lepas dari ketidak mampuan manusia Indonesia dalam beradaptasi sehingga masih bersikap ‘conform’ dan ‘latah’ terhadap kebudayaan asing yang melenyapkan inovasi dalam beradaptasi dengan budaya asing sehingga melahirkan bentuk akulturasi. Bila dikaji dengan teliti hal tersebut mungkin dikarenakan ciri-ciri manusia Indonesia lama yang masih melekat seperti percaya mitos dan mistik, sikap suka berpura-pura, percaya takhyul yang dimodifikasi, konsumerisme, suka meniru, rendahnya etos kerja dan lain sebagainya bisa jadi mengakibatkan terhambatnya akulturasi (percampuran dua/lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak). Sikap etnosentrime (kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan/superioritas kebudayaannya sendiri dan sikap senosentrisme (sikap yang lebih menyenangi pandangan/produk asing) merupakan hal selanjutnya yang dapat menghambat terwujudnya kebudayaan nasional untuk kemajuan bangsa dan negara.
            Sepertinya, sudah saatnya manusia Indonesia berikut dengan berbagai kebudayaan daerahnya yang ada melakukan suatu bentuk adaptasi yang sifatnya inovasi/pembaruan dengan budaya Barat/asing seperti dalam hal kesenian dimana instrumen musik tradisional dipadukan dengan instrumen modern (alat-alat band dengan teknologi komputernya) maupun perawatan berbagai benda kebudayaan dengan teknologi asing yang ada sehingga akulturasi dapat diwujudkan.
            Selain itu, pengaruh media komunikasi seperti Televisi, radio, Internet sangat besar dampaknya dalam hal cara pandang manusia Indonesia terhadap ras. Sinetron-sinetron maupun film yang ditayangkan di Televisi dan bioskop yang memvisualisasikan dan mensosialisasikan gaya hidup ras Caucasoid (orang Eropah) turut mempengaruhi cara pandang manusia Indonesia terhadap budayanya sehingga tidak timbul kesadaran untuk mempelajari tindakan sosial dan sebaliknya. Dalam hal ini manusia Indonesia sepertinya lebih mengagung-agungkan/memuja ras Caucasoid berikut dengan gaya hidupnya dan menjadikannya sebagai kelompok acuan (umumnya oleh kaum perempuan) sehingga secara tak langsung mempengaruhi akal dan intelegensi, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku manusia Indonesia sehingga terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.

sumber :  http://anthoine.multiply.com/journal/item/182

Sabtu, 05 Maret 2011

Manusia dan Tanggung Jawab



Yah…lagi – lagi masih masalah manusia. Dimana manusia merupakan mahluk tuhan yang unik sekaligus kompleks tetapi juga sederhana. Artinya adalah secara manusia dapat didefinisikan secara sederhana menurut bentuk fisiknya. Tetapi pada dasarnya definisi tentang manusia sangatlah rumit dan sangat – sangat kompleks serta sangat tidak mudah untuk didefinisikan secara terperinci.
Manusia merupakan mahluk individual (pribadi), manusia juga mahluh sosial (berkmasyarakat) dan manusia juga merupakan mahluk pengabdi dalam batasan seorang hamba (religi) artinya adalah manusia itu sendiri sebagai mahluk tuhan. Jika ditinjau dari definisi manusia dari aspek tersebut diatas maka tidak akan terlepas peranan manusia di dunia ini yang mencakup ketiganya secara sederhana namun kompleks. Sehingga dari pernyataan dan definesi tersebutlah dapat disimpulkan bahwa manusia adalah mahluk pembelajar.
Aktor terhebat dengan karakteristik yang menjiwai peranannya dalam bermain sinetron didunia ini dengan skenario dan sutradara tuhan adalah manusia. Ketika manusia sudah menentukan peranannya sendiri baik secara langsung atau tidak langsung maka manusianya itu sendiri akan terikat oleh sebuah sistem permainan tuhan dan permasalahan yang tidak mudak, yaitu tanggung jawab.
Karena manusia pada hakikatnya adalah mahluk pembelajar, maka diperlukan sebuah kontrol sistem dalam sebuah pemainan karakter didunia ini, yaitu tanggung jawab. Tanggung jawab merupaka kesadaran akan setiap sikap dan tingkah laku yang telah dilakukan atau bahkan akan dilakukan, baik sengaja atau tidak di dalam dunia ini, baik secara personal, sosial hingga kejenjang yang lebih tinggi yaitu pengabdian seorang hamba terhadap tuhannya.
Tanggung jawab merupakan aktualisasi dan perwujudan dari sikap sadar seorang yang dikatakan manusia. Jika manusia melakukan suatu hal dengan resiko dan penyelesaian masalahnya dilakukan dalam keadaan tidak sadar, baik sakit atau pengaruh obat – obatan maka tidak dapat dikatakan sebagai  si tanggung jawab. Sadar memiliki pengertian tahu, pengertian dan ingat sehingga kesadaran dapat didefinisikan sebagai pengertian dan rasa ingin tahu manusia terhadap hal yang benar baik terhadap sikap dan perbuatannya. Dimana kesadaran manusia sangat berkaitan erat denga hati dan pikiran yang terbuka dan mau menerima sejumlah informasi dan ilmu pengetahuan serta hal – hal yang benar.
Jika si manusianya tidak mau dan tidak dapat bertanggung jawab, maka si manusianya secara tidak langsung tidak sadar atau bukan manusia. Hanya saja perwujudan secara fisik tampak seperti manusia.
Urusan  hati adalah urusan tuhan…
Masalah hati adalah permasalahan manusia…

sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2010/05/03/manusia-dan-tanggung-jawab/

Senin, 08 November 2010

comunity




Belker adalah comunitas anak-anak remaja yang ada di daerah munjul ,,
Comunitas ini sering membuat suatu acara-acara yang seru ,,,
Apa lagi saat ulang tahun belker yang 16 ,itu saat yang paling ramai ,,,,

Kami demi mendapatkan dana untuk merayakan acara ini ,kami membuat suatu proposal untuk membantu mencari dana ,,,
Bila yang muda-mudanya membuat suatu turnamen untuk menambah dana ,,,,,,
Di community ini sangat ramai dengan anak-anak remaja ,dana para bapak-bapak yang lainnya.

Community ini sangatlah positif bagi remaja dan bapak-bapak …
Positifnya ya di community ini bila ingin berkreatif sangat lah cocok ikut dengan comunty ini ,,,,

Apa bila bulan Ramadhan tiba kami pasti mengadakan buka bersama anak-anak yatim dan member sembako kepada fakir-fakir miskin ,,,
Ya sekian dari cerita community ini ,
Mohon maaf bila ada salah-salah kata ya ,,,,,


By. Akmal s

Sabtu, 30 Oktober 2010

Cara jitu menghemat waktu

Sabtu, 30/10/2010 | 12:06 WIB
KOMPAS.com - Manajemen waktu yang baik membantu Anda menyelesaikan rutinitas lebih efisien. Tak ada lagi pekerjaan yang tertinggal lantaran Anda kehabisan waktu dalam sehari. Sejumlah kegiatan berikut bisa diperpendek waktunya, sehingga Anda lebih banyak memiliki waktu luang untuk melakukan hal lain. Misalnya, bersantai bersama anak dan suami.

Mengeringkan rambut lebih cepat
Sebagian dari Anda begitu bergantung dengan pengering rambut. Bagi pemilik rambut tebal dan panjang, pengering rambut menjadi senjata ampuh. Pilihlah alat pengering rambut yang efektif mengeringkan rambut Anda. Untuk menghemat waktu saat mengeringkan rambut, gunakan juga sisir berukuran besar dan bulat (bagi rambut lurus), atau sisir berjarak renggang untuk rambut keriting.
Jika rambut Anda tak terlalu tebal atau pendek, gunakan saja handuk khusus pengering rambut. Bungkus rambut basah dengan handuk dan biarkan kering alami. Anda juga bisa menjalani aktivitas lain seperti memakai busana atau sarapan sambil menunggu rambut kering.
Dengan menjalani cara ini, Anda menghemat waktu 50 menit dalam seminggu.

Tinggalkan ritual kecantikan yang tak penting
Di pagi hari, berapa lama Anda menghabiskan waktu untuk merias wajah? Semua produk kecantikan yang Anda miliki tak perlu diaplikasikan setiap pagi.
Penggunaan toner tak perlu dilakukan setiap saat. Fungsi toner adalah untuk melembabkan kulit wajah sehingga moisturizer lebih teresap kulit. Namun, sebenarnya, usai mencuci wajah, sisa air yang menempel juga berfungsi sebagai toner.
Lalu, Anda juga tak perlu mengaplikasikan eye cream di pagi hari. Waktu paling tepat menggunakaan eye cream adalah menjelang tidur. Gunakan saja lotion dengan SPF untuk melapisi kulit wajah guna melindunginya dari sengatan sinar matahari.
Dengan melakukan pengurangan aktivitas, Anda hemat waktu 15 menit setiap minggu.
Merias wajah lebih cepat
Pilihlah produk kecantikan yang lebih mudah diaplikasikan atau bersifat multiguna. Misalnya, gunakan foundation wajah yang juga berfungsi sebagai concealer. Bagaimanapun, keterampilan tangan Anda juga memengaruhi waktu ketika mengaplikasikan make-up. Semakin terlatih mengaplikasikan make-up, waktu menjadi lebih efisien. Anda bisa menghemat waktu 25 menit setiap minggu.
Sarapan praktis namun sehat
Rutinitas pagi hari kerapkali menyebabkan satu kewajiban terlewati, yakni sarapan. Apapun kondisinya, jangan pernah melewati sarapan. Anda tentu sering mendengar manfaat sarapan, mulai sebagai penambah energi hingga cara paling alami untuk menurunkan berat badan.
Nah, untuk mengantisipasi minimnya waktu sarapan, lakukan perencanaan lebih matang. Setiap hari Minggu, siapkan stok makanan untuk lima atau enam hari kerja. Seperti sereal kaya serat rendah lemak, roti, buah segar, atau apapun yang sesuai selera Anda. Yang penting makanan ini praktis dan mudah disajikan. Meski tak sempat mengonsumsinya di rumah, makanan praktis ini bisa Anda makan saat perjalanan ke kantor atau setibanya di kantor. Selalu siapkan juga buah segar di laci meja kantor Anda.
Anda menghemat 50 menit setiap minggu dengan menerapkan cara ini.

Efektifkan waktu olahraga
Banyak cara untuk tetap konsisten berolahraga. Jika tak sempat ke gym, lakukan push-up, latihan trisep dengan kursi, squat atau lunge. Lakukan 15 repetisi untuk setiap gerakan, dan lakukan sebanyak tiga set masing-masing latihan.
Saat berolahraga di gym, pastikan Anda menjalani latihan dengan tepat. Buat perencanaan setiap kali Anda berolahraga sesuai dengan tujuan yang Anda inginkan. Jika ingin melatih kekuatan otot dengan berbagai alat yang tersedia, pastikan kepala Anda sudah dipenuhi rencana yang spesifik. Latihan dan alat apa yang Anda pilih, intensitasnya, dan waktu yang Anda butuhkan. Mengurangi jeda istirahat juga bisa menghemat waktu, selain juga memang disarankan. Karena percuma saja olahraga jika lebih banyak waktu istirahat daripada latihan.
Anda menghemat waktu 75 menit setiap minggu.

Jumat, 29 Oktober 2010

Merapi Diperkirakan Meletus Lagi


Sabtu, 30 Oktober 2010 | 02:23 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel terlihat dari Dusun Gondang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (29/10/2010). Merapi mengeluarkan awan panas pada pukul 06.14 WIB yang luncurannya diperkirakan mencapai 1,5 kilometer ke arah barat. Saat keluar mulut gunung suhu awan panas bisa mencapai sekitar 600 hingga 1.100 derajat Celcius dan memiliki kecepatan luncur hingga 300 kilometer per jam.

SLEMAN, KOMPAS.com — Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo mengatakan, letusan keras Gunung Merapi pada Sabtu (30/10/2010) disusul awan panas sebenarnya berlangsung mulai pukul 00.16 hingga 00.37 WIB.
Menurut dia, letusan awan panas terjadi karena suplai magma dari bawah ke atas berlangsung cepat.
"Sabtu dini hari terjadi aklamasi gas sehingga terjadi letusan awan panas dengan suara keras disertai guguran material yang mengeluarkan suara bergemuruh. Letusan diperkirakan masih terjadi karena masih ada magma dari bawah yang cukup besar," katanya.
Seperti diberitakan, suara ledakan keras Gunung Merapi, Sabtu dini hari pada sekitar pukul 00.40 WIB membuat warga panik. Mereka langsung berbondong-bondong menuju tempat-tempat pengungsian.
Para warga yang panik tersebut  mengungsi menggunakan mobil bak terbuka, sepeda motor, dan  berjalan kaki sambil berteriak-teriak mengajak warga lain untuk mengungsi.
Gunung Merapi, Sabtu dini hari, selama 21 menit mengeluarkan suara letusan keras dengan mengeluarkan awan panas yang pekat sehingga membuat panik kalangan warga di sekitar gunung yang aktif di Indonesia ini.