Powered By Blogger

Kamis, 15 November 2012

trik menjadi manusia menjadi berkarakter BI.SS.12


Pribadi Yang Berkarakter Tumbuh Pada Lingkungan Yang Berkarakter .


Membangun karakter (Character building) adalah proses mengukir, memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga ”berbentuk ” unik,menarik dan dapat dibedakan dengan orang lain. anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter, sehingga fitrah setiap anak yang dilahirkan suci dapat berkembang segara optimal.


Pemberitaan di berbagai media massa, begitu sering kita membaca, mendengar dan melihat di tayangan layar kaca bagaimana  manusia saling menyerang, menghujat dan “ memangsa “. Berbagai tindak kriminal, tindak kekerasan dan pelecehan  terjadi  di lingkungan keluarga maupun di lingkungan lain. Orang yang lebih muda sudah tidak dapat menunjukkan rasa hormatnya pada yang lebih tua, sebaliknya yang lebih tua juga telah kehilangan kasih sayang.Anak-anak muda lebih gandrung dan bangga pada budaya asing daripada budaya sendiri,  maka muncul pertanyaan di benak kita :      Apa yang terjadi dengan bangsa kita?"
Pertanyaan yang sama juga muncul ketika kita mengetahui berbagai tindak Korupsi-Kolusi-Nepotisme  di berbagai lini yang merugikan keuangan negara dalam hitungan yang tidak terbayangka .Apa yang didengar, dilihat dan dialami oleh kita tersebut mengacu kepada satu hal, yaitu karakter.

       Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia belum memasukkan kata karakter, yang ada adalah kata ‘watak’ yang diartikan sebagai: sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat. Dalam risalah ini, dipakai pengertian yang pertama, dalam arti bahwa karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi ‘positif’, bukan netral. Jadi, ‘orang  berkarakter’ adalah orang punya kualitas moral (tertentu) yang positif. Dengan demikian, pendidikan membentuk karakter, secara implisit mengandung arti membangun sifat atau pola perilaku yang didasari atau berkaitan dengan dimensi moral yang positif atau yang baik, bukan yang negatif atau yang buruk.

         Pendidikan dapat membentuk karakter, pada dasarnya mencakup pengembangan substansi, proses dan suasana atau lingkungan yang mendorong  seseorang untuk mengembangkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini tumbuh dan berkembang dengan didasari oleh kesadaran, kepekaan dan sikap orang yang bersangkutan. Dengan demikian, karakter bersifat inside-out, dalam arti bahwa perilaku yang berkembang menjadi kebiasaan baik ini terjadi karena adanya dorongan dari dalam, bukan karena adanya paksaan dari luar. Berdasarkan informasi dan bahkan pengalaman atau cerita dari  orang  Indonesia yang bepergian ke Singapura atau Jepang akan berperilaku tertib di jalan raya atau di tempat-tempat umum,atau membuang sampah tidak sembarangan karena aturan yang sangat tegas dan keras di sana. Namun, saat pulang kembali ke Indonesia, mereka  kembali pada kebiasaan lama saat di Indonesia,. Jadi, perilaku tertib di Singapura atau Jepang bukanlah karakter orang-orang yang bersangkutan. Dalam pendidikan karakter, mengetahui apa yang baik saja tidak cukup. Yang sangat penting adalah menanamkan kebaikan tersebut di hati dan mewujudkannya dalam tindakan, perbuatan dan/atau perilaku sebagaimana filofi “Nggahi Rawi Pahu”
Karakter merupakan kualitas moral dan mental seseorang yang pembentukannya dipengaruhi oleh faktor bawaan  dan lingkungan sosialisasi atau pendikan – nurture. Potensi karakter yang baik dimiliki manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terus-menerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini.
1.Karakter dalam diri seseorang sangat penting dimana dimulainya dari apa yang kita pikirkan oleh karena itu menjaga konsepsi pemikiran kita sangat penting dalam menjadikan kita manusia yang berkarakter baik.

2. Langkah Praktis Membangun Karakter Terdiri Dari :

a.Memberi ruang kepercayaaan pada diri bahwa karakter yang tidak baik bisa diubah menjadi karakter yang baik.
b.Memiliki keinginan yang menyala-nyala untuk mempunyai karakter yang baik.
c.Belajar dari hal-hal yang kecil.
d.Berlatih terus-menerus sampai menjadi kehidupan sehari-hari.
e.Milikilah hati yang siap untuk dibentuk dan diubah.
3. Hal Dasar Dalam Membangun Karakter:
*Selalu berpikir yang positif,baik dan membangun.
*Selalalu melakukan segala sesuatu dengan sungguh sungguh tanpa sungut sungut
*Tidak membuka cela untuk bicara atau mendengar hal hal yang negatif.
*Mencari mentor yang tepat
*Selalu bertanya dan berbagi jika ada persoalan.
*Berani mengakui kesalahan dan mau berubah.
*Harus menyelesaikan setiap persoalan yang masih mengganjal dihati.

4.Tipe Karakter:

*Tahu & Mau
Karakter seperti ini biasanya membuat seseorang bisa menjadi pribadi yang baik.
*Tahu & Tidak Mau
Karakter ini biasanya membuat seseorang menjadi pribadi yang sombong dan pelit.
*Tidak Tahu & Mau
Karakter ini biasanya mau berusaha walaupun ia tidak tahu apa yang ia lakukan itu sudah benar atau tidak.
*Tidak Tahu & Tidak Mau.
Karakter ini dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang malas.

Karl G. Maeser : “Seseorang tanpa karakter adalah seperti kapal tanpa kemudi.”
Revangga Dewa Putra : “ Karakter adalah refleksi hati, cerminan jiwa.”
Gilgerte Beaux : “Untuk meraih sebuah kesuksesan, karakter seseorang adalah lebih penting daripada intelegensia.”
1.Joseph Murphy D.R.S., Rahasia Kekuatan Pikiran Bawah Sadar, (SPEKTRUM, 2002),
2.Budimansyah, D. (2007). “Pendidikan Demokrasi Sebagai Konteks Civic Education di Negara-negara Berkembang”,( Jurnal Acta Civicus, Vol.1)
3.Rangkuman materi pengajaran RDP.

http://www.gunadarma.ac.id

http://kakao-hidden.blogspot.com/2012/11/cara-menjadi-manusia-yang-berkarakter.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar